PENGEMBANGAN VARIASI PASSING ATAS BOLAVOLI MENGGUNAKAN VIDEO
PADA PESERTA UABV DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Andayu Widyani Puji Kuntari
Drs. Agus Tomi, M.Pd
Dra. Sulistyorini, M.Pd
Universitas Negeri Malang
ABSTRACT: Varying the
training of overhead passing in volleyball, so the participants of UABV State
University of Malang could show eagerness in training overhead passing in
volleyball. The method used in this study was adapted from Borg and Gall’s
research and development. From the 10
steps of development stated by Borg and Gall, the researcher chose 7
steps only. The
validation analysis result from the expert on volleyball was 70.6%, from the
expert in volleyball training was 89.3%, and from the media expert was 77%, so
the developed product was feasible to be used as training media for the
participants of UABV State University of Malang. From the try-out to the small
group, the percentage was 85.8% and from the try-out to the big group was
81.5%, so the developed product can be used.
Keywords: development, variation, overhead passing
ABSTRAK: Variasi passing atas permainan bolavoli dibutuhkan di UABV Universitas
Negeri Malang untuk meningkatkan minat, semangat berlatih dan peningkatan
keterampilan passing atas permainan
bolavoli pada peserta UABV Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall. Dari 10 langkah
pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall, peneliti menggunakan 7
langkah. Penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan
adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Berdasarkan dari hasil analisis
validasi ahli permainan bolavoli diperoleh hasil 70,6%, ahli kepelatihan
permainan bolavoli diperoleh hasil 89,3% dan ahli media diperoleh hasil 77%
maka produk pengembangan layak digunakan sebagai media latihan pada peserta
UABV Universitas Negeri Malang.
Kata
kunci: bolavoli,
variasi, passing atas
Menurut (Suharno, 1991:1) permainan bolavoli adalah olahraga beregu yang
dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 6 orang pemain
dilapangan permainan yang berukuran 18 m x 9 m. Sedangkan menurut (Ahmadi, 2007:19)
permainan bolavoli merupakan suatu permainan yang kompleks yang tidak mudah
untuk dilakukan oleh setiap orang. Diperlukan pengetahuan tentang teknik-teknik
dasar dan teknik-teknik lanjutan untuk dapat bermain bolavoli secara efektif.
Teknik
adalah suatu proses melahirkan pada pembuktian dalam praktek dengan sebaik
mungkin untuk menyelesaikan tugaas yang pasti dalam cabang permainan bolavoli.
Menurut (Roesdiyanto, 1991: 10) teknik permainan bolavoli adalah merupakan
suatu proses dasar tubuh untuk melakukan keaktifan jasmani dan penguasaan
keterampilan praktek sebaik-baiknyadalam permainan bolavolidan dapat
menyelesaikan permainan dengan baik. Sedangkan menurut (Suharno, 1991: 21)
penguasaan teknik dasar permainan bolavoli merupakan salah satu unsur yang
turut menentukan menang atau kalahnya suatu regu didalam pertandingan di
samping unsur-unsur kondisi fisik, taktik dan mental.
Menurut (Winarno & Imam,S, 2011:40)
secara garis besar teknik dasar bermain voli dapat dibagi menjadi empat
komponen yang meliputi teknik service, teknik
passing, teknik smash dan teknik block (membendung).
Dengan latihan yang teratur maka kemampuan seseorang untuk
menguasai teknik dasar bermain bolavoli dapat ditingkatkan. Dengan demikian
penguasaan teknik dasar memiliki peranan penting sebelum para pemain
meningkatkan kemampuannya pada keterampilan yang lebih tinggi, salah satunya
adalah teknik passing. Dalam permainan bolavoli setiap
pemain harus terampil melakukan passing,
baik passing bawah maupun passing atas.
Menurut (Ahmadi, 2007:22) menyatakan passing adalah upaya seorang pemain
dengan menggunakan suatu teknik tertentu untuk mengoperkan bola yang dimainkan
kepada temen seregu untuk dimainkan dilapangan sendiri. Menurut (Roesdiyanto, 1991: 15) passing adalah teknik untuk dapat suatu
regu bermain menyerang. Salah satu
teknik yang berperan dalam pola serangan adalah passing atas. Passing atas
merupakan teknik dasar permainan bolavoli yang berperan dalam kelancaran suatu
serangan. Menurut (Winarno & Imam, S, 2011:56) passing atas adalah operan bola yang dilakukan dengan menggunakan
ujung jari-jari pada saat bola datang setinggi bahu atau lebih. Sikap saat akan
melakukan passing atas permainan
bolavoli antara lain sebagai berikut:
a)
Sikap
Persiapan
Suharno (1991: 41) menyatakan sikap
siap normal dalam bermain bolavoli adalah pengambilan sikap tubuh sedemikian
rupa sehingga memudahkan untuk secepatnya bergerak ke arah yang di inginkan.
Menurut Ahmadi (2007: 25) menjelaskan sikap persiapan adalah bergerak ke arah
datangnya bola tepat dibawahnya, bahu sejajar sasaran, kaki merenggang santai,
tekuk sedikit lengan, kaki dan pinggul, tahan tangan di depan pelipis, ikuti
bola ke sasaran. Menurut Winarno (2011: 56) sikap normal adalah pengambilan
sikap tubuh sedemikian rupa, sehingga memudahkan pemain untuk bergerak dengan
cepat kesegala arah yang diinginkan.
Dengan demikian dapat dilihat secara
keseluruhan tubuh harus dalam keadaan seimbang. Seimbang agar dapat koordinasi
dari pada tubuh yang dapat dikuasai dan dengan lebih baik dalam artian dapat
bergerak ke berbagai arah yang dikehendaki dalam waktu sesingkat mungkin. Sikap
normal adalah bergerak ke arah datangnya bola tepat dibawahnya, dengan bahu
sejajar sasaran, kaki merenggang santai, saat akan melakukan passing tekuk sedikit lengan,kaki dan
pinggul, tahan tangan di depan pelipis kemudian ikuti bola ke sasaran.
Adapun sikap persiapan menurut Ahmadi
(2007: 25) yaitu,
Ø
Jari-jari
tangan terbuka lebar dan kedua tangan membentuk mangkuk hampir saling
berhadapan.
Ø
Sebelum
menyentuh bola, lutut sedikit ditekuk hingga tangan berada di muka setinggi
hidung.
Ø
Sudut
antara siku dan badan + 45°. Bola disentuhkan dengan cara meluruskan
kedua kaki dengan lengan. Sikap pergelangan tangan dan jari-jari tidak berubah.
b)
Sikap
Perkenaan Bola
Menurut Suharno (1991: 42) menjelaskan
bahwa perkenaan bola pada jari adalah di ruas kedua dan ruang pertama ibu jari.
Pada saat jari disentuhkan pada bola maka jari-jari ditegakkan sedikit dan pada
saat itu juga diikuti gerakan pergelangan tangan ke arah depan atas agak eksplosif.
Menurut Ahmadi (2007: 25) menjelaskan
terima bola pada bagian bawah dengan dua persendian teratas dari jari dan ibu
jari, luruskan lengan dan kaki ke arah sasaran, pindahkan berat badan ke arah
sasaran, arahkan bola sesuai ketinggian yang diinginkan kemudian arahkan bola
ke garis pinggir atau ke tangan penyerang.
Menurut Sugiono, (1996:60) menjelaskan
bahwa ketika bola datang ke depan badan dengan ketinggian bola lebih rendah
dari bahu pemain, maka pemain harus
bergerak dengan cepat ke depan dan merendah, sehingga posisi bola berada di
depan atas dahi pemain
Dengan demikian sikap perkenaan
merupakan sikap penerimaan ketika bola datang pada bagian bawah bola dengan dua
persendian teratas dari jari dan ibu
jari, kemudian meluruskan lengan dan kaki ke arah sasaran, sehingga berat badan
dipindahkan ke arah sasaran dan bola diarahkan ke garis pinggir atau ke tangan
penyerang dengan ketinggian yang diinginkan.
c)
Sikap
Akhir
Menurut Suharno (1991: 42) setelah
bola berhasil di passing maka lengan
lurus sebagai suatu gerakan lanjutan diikuti dengan badan dan langkah kaki ke
depan agar koordinasi tetap terjaga dengan baik. Gerakan tangan, pergelangan,
lengan dan kaki harus merupakan suatu gerakan yang utuh dan harmonis, sedang
pandangan ke arah jalannya bola.
Sedangkan menurut Ahmadi (2007: 26)
luruskan tangan sepenuhnya, arahkan bola ke sasaran, pinggul bergerak maju ke
arah sasaran, pindahkan berat badan ke arah sasaran, bergerak ke arah umpan.
Pada teknik gerakan passing atas permainan bolavoli banyak
yang perlu diperhatikan agar dapat menghasilkan bola lambung yang sempurna.
Berikut gerakan teknik passing atas
permainan bolavoli:
a.
Posisi
Tangan dan Jari Saat Melakukan Passing Atas
Ahmadi (2007: 25) menjelaskan posisi tangan dan jari saat
melakukan passing atas yaitu jari-jari tangan terbuka lebar dan kedua tangan
membentuk mangkuk hampir saling berhadapan. Kedua tangan terangkat seakan
hendak merangkum bola. Sudut antara sikut dan badan + 45°.
b.
Gerakan
siku dan Lengan
Wahyudi (2014: 17) menjelaskan bahwa siku dan lengan digerakkan
dari bawah ke atas berporos pada bahu. Jika bola datang dari depan atau atas
maka posisi siku lengan ditekuk ke depan seperti hendak merangkum bola, jika akan
melakukan passing samping kanan atau
kiri maka siku dan lengan harus tetap menghadap ke depan.
c.
Perkenaan
Bola Pada Tangan (impact)
Suharno (1991: 42) menjelaskan bahwa perkenaan bola pada
jari yaitu berada pada ruas kedua dan ruas pertama ibu jari. Pada saat jari
disentuhkan pada bola maka jari-jari ditegakkan sedikit dan pada saat itu juga
diikuti gerakan pergelangan tangan ke arah depan.
d.
Posisi
Kaki Saat Melakukan Passing Atas
Wahyudi (2014: 19) menjelaskan ketika
melakukan passing atas, bola berada
di depan maka salah satu kaki melangkah ke depan dan ditekuk sedangkan kaki
yang dibelakang sedikit dijinjit, dan saat perkenaan dengan bola kedua kaki
sama-sama ditekuk. Jika passing bola
ke arah samping kanan maka kaki kanan melangkah ke kanan dan ditekuk sedangkan
kaki kiri agak dijinjit.
e.
Sikap
Badan Saat Melakukan Passing Atas
Wahyudi (2014: 19) menjelaskan ketika
bola datang dari depan maupun atas maka sikap badan harus tetap selalu
membungkuk, walaupun pada saat perkenaan bola, tangan dan kaki di luruskan ke
arah sasaran untuk menentukan arah bola yang diinginkan.
f.
Pandangan
Terhadap Datangnya Bola
Wahyudi
(2014: 20) menjelaskan pandangan datangnya bola adalah lurus ke depan, ke arah datangnya bola.
Menurut
Budiwanto (2012:16) latihan adalah proses melakukan kegiatan olahraga yang
dilakukan berdasarkan program latihan yang disusun secara sistematis, bertujuan
meningkatkan kemampuan atlet dalam upaya mencapai prestasi yang semaksimal
mungkin, terutama dilaksanakan untuk persiapan menghadapi suatu pertandingan.
Menurut Bompa (2009:2) menyatakan bahwa latihan adalah proses di mana seorang
atlet dipersiapkan untuk performa tertinggi.
Sedangkan
menurut Harsono (1988:101) latihan adalah suatu proses berlatih secara
sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang dan beban latihan kian hari
kian bertambah.
Berdasarkan pendapat di atas latihan
adalah suatu proses pembentukan kemampuan dan keterampilan atlet yang
sistematis dilakukan secara berulang-ilang, semakin hari beban latihan semakin
meningkat dan dilaksanakan dalam kurun waktu yang panjang.
Menurut (Budiwanto, 2012:16) latihan
adalah proses melakukan kegiatan olahraga yang dilakukan berdasarkan program
latihan yang disusun secara sistematis, bertujuan meningkatkan kemampuan atlet
dalam upaya mencapai prestasi yang semaksimal mungkin, terutama dilaksanakan
untuk persiapan menghadapi suatu pertandingan. Sedangkan menurut (Harsono, 1988:101)
latihan adalah suatu proses berlatih secara sistematis yang dilakukan secara
berulang-ulang dan beban latihan kian hari kian bertambah. Berdasarkan pendapat
di atas latihan adalah suatu proses pembentukan kemampuan dan keterampilan
atlet yang sistematis dilakukan secara berulang-ilang, semakin hari beban
latihan semakin meningkat dan dilaksanakan dalam kurun waktu yang panjang.
Pengembangan
variasi latihan passing atas merupakan bentuk modifikasi bentuk
latihan. Pengembangan variasi latihan passing
atas ini terdiri dari 8 variasi
latihan passing atas antara lain
adalah variasi latihan passing atas shadow dengan pergerakan block, variasi latihan passing atas tangkap bola, variasi
latihan kelincahan passing atas,
variasi latihan passing atas bola
tertahan, variasi latihan
variasi ketinggian bola pasing atas
disertai meloncat (jumping), variasi latihan
kelincahan passing atas bola normal, variasi latihan passing atas disertai dengan meloncat (jumping), variasi latihan kelincahan teknik passing atas pola w. Tujuan utama dari
pengembangan variasi latihan passing
atas ini adalah menghasilkan variasi
latihan passing atas permainan
bolavoli sehingga meningkatkan keterampilan
passing atas pada peserta Unit
Aktifitas Bolavoli di Universitas Negeri Malang.
Agar lebih
mempermudah pemahaman variasi latihan passing
atas, maka dibutuhkan media yang cocok untuk menbantu pemahaman para peserta,
salah satunya adalah media audio visual atau
video. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima
pesan. (Dwiyogo, 2010:334) menyatakan bahwa media audio visual adalah media pandang dengar dan suara, seperti
lazimnya televisi, film bersuara dan video.
Menurut (rsyad, 2011:148) menyatakan
bahwa “media audio visual” adalah
bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Maka dapat
disimpulkan bahwa media audio visual
adalah bentuk media atau cara menyebarkan materi melalui media pandang dengar
dengan menggunakan mesin mekanis atau
elektronis.
METODE
Dalam penelitian dan pengembangan ini,
peneliti menggunakan model konseptual. Peneliti mengacu pada model pengembangan
Research and Development (Borg and Gall, 1983:775). Dalam model yang dikemukakan
oleh (Borg and Gall, 1983:775), peneliti hanya menggunakan tujuh langkah yang
disesuaikan dengan kondisi maupun pertimbangan dalam melakukan penelitian
pengembangan.
Adapun
langkah-langkah yang dipakai oleh peneliti dapat dikemukakan sebagai berikut:
(1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka
dan analisis kebutuhan, (2) Mengembangkan bentuk produk awal, (3) Evaluasi dari
3 ahli, (4) Revisi produk, (5) Kegiatan uji coba kelompok kecil yang dilakukan
dengan melibatkan 6 subyek peserta UABV Universitas Negeri Malang, (6) Uji coba
kelompok besar dengan menggunakan 24 subyek peserta UABV Universitas Negeri
Malang, (7) Revisi produk akhir, (8) Hasil akhir dari hasil revisi produk akhir
dikemas dalam bentuk media audio-visual.
Dalam
uji coba produk perlu diperhatikan yakni desain uji coba, subjek uji coba,
subjek pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data.
Pada desain uji coba ini bertujuan untuk mengumpulkan data serta untuk
mengetahui tingkat keefektifan produk agar dapat diperbaiki secara lengkap.
Subjek
yang terlibat dalam penelitian pengembangan ini
adalah: (a) Pelatih UABV Universitas Negeri Malang; (b) evaluasi para
ahli yakni 1 ahli permainan bolavoli, 1 ahli kepelatihan permainan bolavoli dan
1 ahli media; (c) subjek uji coba kelompok kecil adalah peserta UABV
Universitas Negeri Malang berjumlah 6 peserta; (d) subjek uji coba lapangan
adalah peserta UABV Universitas Negeri Malang berjumlah 24 peserta.
Jenis
data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah berupa data
kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil evaluasi
ahli, yaitu ahli permainan bolavoli, ahli kepelatihan permainan bolavoli dan ahli media yang berupa saran masukan dan
tanggapan tentang rancangan produk. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari
analisis kebutuhan, uji coba kelompok kecil dan kelompok besar untuk mengetahui
persentase kebutuhan produk dan berupa kuesioner yang dikembangkan dalam bentuk
angka.
Untuk memperoleh data dalam
pengembangan variasi latihan passing atas
permainan bolavoli ini menggunakan kuesioner yang di berikan sesuai dengan
kebutuhan produk. Kuesioner ahli di titik beratkan pada produk yang dibuat oleh
peneliti.
Teknik analisis data yang digunakan
dalam pengembangan variasi latihan passing
atas permainan bolavoli yaitu teknik analisis kualitatif dan kuantitatif.
Teknik analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis hasil pengumpulan data
para ahli menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan analisis kuantitatif data
yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil dan besar merupakan data
kuantitatif yang berupa angka.
HASIL
Dalam analisis kebutuhan yang
dilakukan pada pelatih dan peserta UABV pada kegiatan latihan bolavoli UABV di
Universitas Negeri Malang diperoleh menyatakan dibutuhkan variasi latihan passing atas permainan bolavoli selain
bagi tosser selain itu pelatih
menyatakan perlu adanya pengembangan
variasi latihan passing atas dan
setuju jika diberikan pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV Universitas
Negeri Malang.
Berdasarkan hasil
observasi yang dilakukan pada peserta UABV saat latihan berlangsung,
menunjukkan dari hasil bahwa 43,3% (13 peserta putra dari 30 peserta
keseluruhan) menyatakan sering ikut serta melakukan latihan passing atas
dalam permainan bolavoli, 26,6% (8 peserta putri dari 30 peserta keseluruhan)
menyatakan sering ikut serta melakukan latihan
passing atas dalam permainan
bolavoli, 16,6% (5 peserta putra dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan jarang
ikut serta melakukan latihan passing atas dalam permainan bolavoli,
13, 3% (4 peserta putri dari 30 peserta keseluruhan ) menyatakan jarang ikut
serta melakukan latihan passing atas dalam permainan bolavoli,
dan pada penggunaan variasi latihan passing
atas 40% (12 peserta putra dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan tidak pernah
mendapatkan materi variasi latihan passing
atas, 20% (6 peserta putra dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan jarang
mendapatkan materi variasi latihan passing
atas, 16,6% (5 peserta putri dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan tidak
pernah mendapatkan materi variasi latihan passing
atas, 20% (6 peserta putri dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan jarang
mendapatkan materi variasi latihan passing
atas dan 3,3% (1 peserta putri dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan sering
digunakan variasi latihan passing.
Berdasarkan evaluasi
ahli, yaitu ahli permainan bolavoli diperoleh masukan: (1) jumlah peserta/model
peraga dalam video supaya diperbanyak, (2) variasi tinggi rendahnya bola perlu
ditampilkan, (3) variasi latihan supaya lebih di atur lagi dari teknik yang
paling rendah kesulitannya ke yang paling tinggi kesulitannya, (4) waktu
pelaksanaan latihan supaya lebih di jelaskan, (5) peserta/ model peraga dalam
video hendaknya putra dan putri.
Berdasarkan evaluasi
ahli, yaitu ahli kepelatihan permainan bolavoli diperoleh masukan perlu
diperioritaskan arah passing ke arah
posisi 4, mengingat rotasi serangan banyak dari arah tersebut.
Berdasarkan dari
evaluasi ahli, yaitu ahli media diperoleh masukan untuk aspek audit, khususnya
narasi oleh narator lebih di optimalkan, jika perlu menggunakan jasa profesi
narator.
Data dari hasil uji coba
tahap I (kelompok kecil), diperoleh hasil sebesar 85,8% dari 6 peserta
menyatakan bahwa variasi latihan passing
atas permainan bolavoli, menarik, mudah, sesuai dan bermanfaat untuk dilakukan.
Sehingga pengembangan variasi latihan passing
atas permainan bolavoli menggunakan media audio
visual pada peserta UABV Universitas Negeri Malang layak untuk diuji
cobakan pada kelompok besar.
Dari hasil uji coba
tahap II (kelompok besar), diperoleh hasil sebesar 81,5% dari 24 peserta menyatakan bahwa variasi
latihan passing atas permainan
bolavoli, menarik, mudah, sesuai dan bermanfaat untuk dilakukan. Sehingga
pengembangan variasi latihan passing
atas permainan bolavoli menggunakan media audio
visual pada peserta UABV Universitas Negeri Malang dapat digunakan sebagai
upaya mengembangkan variasi latihan dan meningkatkan passing atas permainan bolavoli pada kegiatan latihan.
PEMBAHASAN
Produk pengembangan
variasi latihan passing atas
permainan bolavoli pada peserta UABV
Universitas Negeri Malang adalah sebuah produk yang dilandasi oleh
peneliti berdasarkan analisis kebutuhan kemudian disusun produk pengembangan
guna memenuhi kebutuhan tersebut. Spesifikasi dari produk pengembangan variasi
latihan passing atas permainan
bolavoli ini terdapat 8 variasi latihan passing
atas, yaitu (1) Variasi latihan passing atas
shadow dengan pergerakan block, (2) Variasi latihan passing atas tangkap bola, (3) Variasi
latihan kelincahan passing atas, (4)
Variasi latihan passing atas bola
tertahan, (5) Variasi latihan
variasi ketinggian bola pasing atas
disertai meloncat (jumping, (6) Variasi latihan
kelincahan passing atas bola normal, (7) Variasi latihan passing atas disertai dengan meloncat (jumping),
(8) Variasi latihan
kelincahan teknik passing atas pola
W. Di dalamnya terdapat tujuan beserta prosedur pelaksanaan dari variasi
latihan passing atas yang dikemas
dengan menggunakan media audio visual
dimana variasi latihan passing atas
merupakan bentuk latihan yang bertujuan untuk meningkatkan motifasi serta
mengurangi kejenuhan dan kebosanan akibat latihan yang menoton dan
berulang-ulang. Sehingga sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Budiwanto
(2012: 22) bahwa variasi latihan diciptakan untuk mengatasi latihan yang
berulang-ulang dan sering kali menimbulkan rasa jenuh, untuk itu pelatih
dituntut agar lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun program latihan.
Sedangkan menurut Harsono (1988: 121) variasi latihan dibuat untuk mencegah
timbulnya kebosanan berlatih, pelatih harus kreatif dan pandai mencari dan
menerapkan variasi-variasi latihan. Dengan begitu, pengembangan variasi latihan
passing atas permainan bolavoli
menjadi salah sati alternatif untuk mengurangi rasa jenuh akibat latihan yang
monoton.
Didalam penelitian ini, peneliti
mengembangkan variasi latihan passing
atas permainan bolavoli yang dikemas dalam bentuk audio visual pada peserta UABV di Universitas Negeri Malang dan
telah dikembangkan melalui beberapa tahap yaitu dari observasi awal yang
dilakukan pada peserta dan pelatih UABV Universitas Negeri Malang. Pembuatan
produk awal berupa variasi latihan passing
atas permainan bolavoli menggunakan media audio
visual untuk peserta UABV di Universitas Negeri Malang, dilakukan revisi
produk melalui 3 ahli evaluasi, uji coba lapangan I (kelompok kecil) yang
dilakukan pada 6 peserta dan uji coba lapangan II (kelompok besar) 24 peserta.
Hasil dari evaluasi tersebut menjadi acuan peneliti untuk melakukan perbaikan
terhadap produknya agar menjadi lebih guna dan bermanfaat.
Melalui beberapa langkah dari
penelitian tersebut maka dihasilkan berupa variasi latihan passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV di Universitas
Negeri Malang. Berdasarkan penelitian yang dikembangkan membutuhkan pengkajian
ulang keberadaannya, dikarenakan setelah melalui proses penelitian, banyak
didapati beberapa hal yang perlu perbaikan. Produk Pengembangan Variasi Latihan
Passing Atas Permainan Bolavoli
Menggunakan Media Audio Visual Pada
Peserta UABV Universitas Negeri Malang ini memiliki beberapa kelebihan, salah
satunya sebagai alternatif bahan latihan khususnya passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV Universitas
Negeri Malang. Pada penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh peneliti terdahulu Wahyudi (2014: 23) berupa
model latihan passing atas permainan
bolavoli. Hasil penelitian Wahyudi (2014: 42) dari uji coba kelompok kecil
diperoleh 89,99% dengan keterangan baik sekali sehingga buku panduan model
latihan passing atas dapat digunakan
dan hasil dari uji coba panduan model latihan passing atas dapat digunakan. Sedangkan pada penelitian yang
dilakukan peneliti produk yang dikembangkan adalah variasi latihan passing atas permainan bolavoli untuk
peserta UABV Universitas Negeri Malang.
Pada penelitian ini produk
Pengembangan Variasi Latihan Passing
Atas Permainan Bolavoli pada Peserta UABV Universitas Negeri Malang ini telah
melalui proses pembuatan yang cukup lama, sehingga memungkinkan adanya
kesalahan dan kekurangan. Maka dari itu produk yang dikembangkan mulai dari
rancangan produk sampai produk ini terselesaikan, masih membutuhkan beberapa
revisi utntuk mendapatkan produk yang maksimal dan sempurna. Sebagai upaya
dalam memaksimalkan dan menyempurnakan produk yang dikembangkan, dalam proses
pembuatannya memerlukan evaluasi dari beberapa ahli, yaitu ahli permainan
bolavoli, ahli kepelatihan bolavoli dan ahli media, serta melalui tahap uji coba
(kelompok kecil dan kelompok besar).
Adapun hasil dari hasil evaluasi ahli,
yaitu ahli permainan bolavoli, ahli kepelatihan bolavoli dan ahli media
terdapat beberapa hal yang perlu direvisi terkait dengan rencana produk yang
dikembangkan, yaitu (1) jumlah peserta/model peraga dalam video supaya
diperbanyak, (2) variasi tinggi rendahnya bola perlu ditampilkan, (3) variasi
latihan supaya lebih di atur lagi dari teknik paling rendah kesulitannya ke
yang paling tinggi kesulitannya, (4) waktu pelaksanaan latihan supaya lebih di
jelaskan, (5) peserta/ model peraga dalam video hendaknya putra dan putri, (6)
perlu diperioritaskan arah passing ke
arah posisi 4, mengingat rotasi serangan banyak dari arah tersebut, (7) untuk
aspek audit, khususnya narasi oleh narator lebih di maksimalkan, jika perlu
menggunakan jasa profesi narator.
Dari hasil evaluasi ahli di atas
produk yang akan dikembangkan oleh peneliti akan direvisi sesuai dengan saran
dari para ahli sehingga produk siap untuk di uji coba pada kelompok kecil. Pada
evaluasi ahli terdapat revisi yaitu: (1) variasi yang disarankan untuk direvisi
telah diganti, pada setiap variasi, jumlah peserta atau model peraga sudah
lebih diperbanyak, (2) variasi yang disarankan untuk direvisi telah diganti,
untuk variasi latihan ketinggian passing
atas dan variasi latihan passing atas
pola W sudah ditampilkan untuk spesifikasi ketinggian bola, (3) variasi yang
disarankan untuk direvisi telah diganti, pencantuman waktu sudah ditampilkan,
(5) variasi yang disarankan untuk direvisi telah diganti, peserta atau model
peraga, menggunakan putra dan putri, (6) variasi yang disarankan untuk direvisi
telah diganti, prioritas arah bola sudah mengarah pada posisi 4, (7) pada aspek
audit, sudah mengoptimalkan narator.
Uji coba kelompok kecil
yang dilakukan pada tanggal 15 April 2015, pukul 19.00-20.00 WIB di lapangan
voli Universitas Negeri Malang menggunakan 6 peserta UABV didapatkan hasil
persentase 85,8% (baik sekali) sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi latihan
passing atas permainan bolavoli
menggunakan media audio visual pada
peserta UABV Universitas Negeri Malang layak untuk digunakan. Produk variasi
latihan passing atas permainan
bolavoli ini menarik, sesuai, mudah dan bermanfaat untuk variasi latihan passing atas permainan bolavoli.
Untuk uji coba tahap II
(kelompok besar) dilaksanakan pada tanggal 21 April 2015, pukul 19.00-21.00 WIB
di lapangan voli Universitas Negeri Malang menggunakan 24 peserta UABV
didapatkan hasil persentase 81,5% (baik sekali) sehingga dapat disimpulkan
bahwa variasi latihan passing atas
permainan bolavoli menggunakan media audio
visual pada peserta UABV Universitas Negeri Malang layak untuk digunakan
pada kegiatan latihan bolavoli UABV Universitas Negeri Malang. Produk variasi
latihan passing atas permainan
bolavoli ini menarik, sesuai, mudah dan bermanfaat untuk variasi latihan passing atas permainan bolavoli. Dapat
disimpulkan bahwa penelitian ini dapat digunakan dengan rentang persentase
81-100% dengan keterangan baik sekali dan memiliki makna digunakan tanpa
revisi.
Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa produk pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV di Universitas
Negeri Malang baik digunakan dan praktis oleh peserta UABV Universitas Negeri
Malangm terbukti dari hasil uji coba kelompok kecil 85,8% (baik sekali) dan uji
coba kelompok besar 81,5% (baik sekali). Produk variasi latihan passing atas ini menarik, sesuai, mudah
dan bermanfaat untuk peserta UABV di Universitas Negeri Malang.
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
Penelitian pengembangan ini
menghasilkan variasi latihan passing
atas permainan bolavoli yang dikemas dalam bentuk audio visual yang mudah, menyenangkan, dan menarik untuk peserta
UABV di Universitas Negeri Malang, sehingga dengan variasi latihan passing atas permainan bolavoli ini,
peserta dapat meningkatkan keterampilan passing
atas permainan bolavoli. Variasi latihan passing
atas tersebut yaitu variasi latihan passing
atas shadow dengan pergerakan block, variasi latihan passing atas tangkap bola, variasi
latihan kelincahan passing atas,
variasi latihan passing atas bola
tertahan, variasi latihan
variasi ketinggian bola pasing atas
disertai meloncat (jumping), variasi latihan
kelincahan passing atas bola normal, variasi latihan passing atas disertai dengan meloncat (jumping), variasi latihan kelincahan teknik passing atas pola w.
Saran
Pelatih
diharapkan dapat menggunakan variasi-variasi latihan passing atas ini dalam memberikan materi latihan. Dalam menggunakan
produk ini sebaiknya dilaksanakan diberikan dari level variasinya paling rendah
ketingkat level yang paling tinggi, sehingga peserta tidak merasa kesulitan
untuk mempraktikkannya. Penyebarluasan produk diharapkan berkembang kesasaran
yang lebih luas lagi. Sebelum disebarluaskan, sebaiknya produk dikaji ulang
sesuai dengan kebutuhan, situasi dan keadaan yang ada. Sehingga pengembangan
variasi latihan passing atas
permainan bolavoli ini, lebih menarik dan bermanfaat nantinya. Pengembangan
produk dilanjutkan pada peneitian mengenai efektifitas dari produk, karena
hasil pengembangan ini hanya terbatas pada penyusunan sebuah produk. Dengan
adanya pengembangan variasi latihan passing
atas permainan bolavoli pada peserta UABV Universitas Negeri Malang ini,
diharapkan dapat meningkatkan minat dan keterampilan peserta dalam
mempraktikkan latihan passing atas
permainan bolavoli
DAFTAR RUJUKAN
Ahmadi, N.
2007. Panduan Olahraga Bolavoli.
Surakarta. Era Pustaka Utama
Borg, W. R
dan Gall, M. D. 1983. Education Research:
An Introducation. 4 Ed. London: Longman
Roesdiyanto.
1991. Strategi dan Taktik Permainan
Bolavoli. Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sugiono, I.
1996. Sejarah, Teknik dan Metode
Permainan Bolavoli. IKIP Malang.
Suharno, HP.
1991. Pedoman Pelatihan Bolavoli. Yogyakarta:
Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat (KONI Pusat).
Budiwanto, S. 2012. Metodologi Latihan Olahraga. Malang: UM
Press
Wahyudi,
I. 2014. Pengembangan Model Latihan
Passing Atas Bolavoli Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Di Smk Kartika Iv-1 Malang. Skripsi tidak diterbitkan.
Malang: FIK UM
Tim
Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman
Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, Tugas
Akhir, Laporan Penelitian, Edisi Kelima. Malang: Biro Administrasi
Akademik, Perencanaan dan Sistem Informasi Bekerja Sama Dengan Penerbit
Universitas Negeri Malang.
DOWNLOAD FILES -> DOWNLOAD
5 of the best titanium stud earrings and accessories
BalasHapusWe've titanium guitar chords taken price of titanium a titanium for sale look at titanium gr 5 the different designs and accessories available to this unique jewelry. The best titanium stud earrings and ti89 titanium calculators accessories