Kamis, 15 Oktober 2015

PENGEMBANGAN VARIASI PASSING ATAS BOLAVOLI MENGGUNAKAN VIDEO PADA PESERTA UABV DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PENGEMBANGAN VARIASI PASSING ATAS BOLAVOLI MENGGUNAKAN VIDEO PADA PESERTA UABV DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Andayu Widyani Puji Kuntari
Drs. Agus Tomi, M.Pd
Dra. Sulistyorini, M.Pd
Universitas Negeri Malang

ABSTRACT: Varying the training of overhead passing in volleyball, so the participants of UABV State University of Malang could show eagerness in training overhead passing in volleyball. The method used in this study was adapted from Borg and Gall’s research and development. From the 10 steps of development stated by Borg and Gall, the researcher chose 7 steps only. The validation analysis result from the expert on volleyball was 70.6%, from the expert in volleyball training was 89.3%, and from the media expert was 77%, so the developed product was feasible to be used as training media for the participants of UABV State University of Malang. From the try-out to the small group, the percentage was 85.8% and from the try-out to the big group was 81.5%, so the developed product can be used.

Keywords: development, variation, overhead passing

ABSTRAK: Variasi passing atas permainan bolavoli dibutuhkan di UABV Universitas Negeri Malang untuk meningkatkan minat, semangat berlatih dan peningkatan keterampilan passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall. Dari 10 langkah pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall, peneliti menggunakan 7 langkah. Penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Berdasarkan dari hasil analisis validasi ahli permainan bolavoli diperoleh hasil 70,6%, ahli kepelatihan permainan bolavoli diperoleh hasil 89,3% dan ahli media diperoleh hasil 77% maka produk pengembangan layak digunakan sebagai media latihan pada peserta UABV Universitas Negeri Malang.

Kata kunci: bolavoli, variasi, passing atas



Menurut (Suharno, 1991:1) permainan bolavoli adalah olahraga beregu yang dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 6 orang pemain dilapangan permainan yang berukuran 18 m x 9 m. Sedangkan menurut (Ahmadi, 2007:19) permainan bolavoli merupakan suatu permainan yang kompleks yang tidak mudah untuk dilakukan oleh setiap orang. Diperlukan pengetahuan tentang teknik-teknik dasar dan teknik-teknik lanjutan untuk dapat bermain bolavoli secara efektif.
Teknik adalah suatu proses melahirkan pada pembuktian dalam praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugaas yang pasti dalam cabang permainan bolavoli. Menurut (Roesdiyanto, 1991: 10) teknik permainan bolavoli adalah merupakan suatu proses dasar tubuh untuk melakukan keaktifan jasmani dan penguasaan keterampilan praktek sebaik-baiknyadalam permainan bolavolidan dapat menyelesaikan permainan dengan baik. Sedangkan menurut (Suharno, 1991: 21) penguasaan teknik dasar permainan bolavoli merupakan salah satu unsur yang turut menentukan menang atau kalahnya suatu regu didalam pertandingan di samping unsur-unsur kondisi fisik, taktik dan mental.
Menurut (Winarno & Imam,S, 2011:40) secara garis besar teknik dasar bermain voli dapat dibagi menjadi empat komponen yang meliputi teknik service, teknik passing, teknik smash dan teknik block (membendung). Dengan latihan yang teratur maka kemampuan seseorang untuk menguasai teknik dasar bermain bolavoli dapat ditingkatkan. Dengan demikian penguasaan teknik dasar memiliki peranan penting sebelum para pemain meningkatkan kemampuannya pada keterampilan yang lebih tinggi, salah satunya adalah teknik passing. Dalam permainan bolavoli setiap pemain harus terampil melakukan passing, baik passing bawah maupun passing atas.
Menurut (Ahmadi, 2007:22) menyatakan passing adalah upaya seorang pemain dengan menggunakan suatu teknik tertentu untuk mengoperkan bola yang dimainkan kepada temen seregu untuk dimainkan dilapangan sendiri.  Menurut (Roesdiyanto, 1991: 15) passing adalah teknik untuk dapat suatu regu bermain menyerang. Salah satu teknik yang berperan dalam pola serangan adalah passing atas. Passing atas merupakan teknik dasar permainan bolavoli yang berperan dalam kelancaran suatu serangan. Menurut (Winarno & Imam, S, 2011:56) passing atas adalah operan bola yang dilakukan dengan menggunakan ujung jari-jari pada saat bola datang setinggi bahu atau lebih. Sikap saat akan melakukan passing atas permainan bolavoli antara lain sebagai berikut:
a)       Sikap Persiapan
Suharno (1991: 41) menyatakan sikap siap normal dalam bermain bolavoli adalah pengambilan sikap tubuh sedemikian rupa sehingga memudahkan untuk secepatnya bergerak ke arah yang di inginkan. Menurut Ahmadi (2007: 25) menjelaskan sikap persiapan adalah bergerak ke arah datangnya bola tepat dibawahnya, bahu sejajar sasaran, kaki merenggang santai, tekuk sedikit lengan, kaki dan pinggul, tahan tangan di depan pelipis, ikuti bola ke sasaran. Menurut Winarno (2011: 56) sikap normal adalah pengambilan sikap tubuh sedemikian rupa, sehingga memudahkan pemain untuk bergerak dengan cepat kesegala arah yang diinginkan.
Dengan demikian dapat dilihat secara keseluruhan tubuh harus dalam keadaan seimbang. Seimbang agar dapat koordinasi dari pada tubuh yang dapat dikuasai dan dengan lebih baik dalam artian dapat bergerak ke berbagai arah yang dikehendaki dalam waktu sesingkat mungkin. Sikap normal adalah bergerak ke arah datangnya bola tepat dibawahnya, dengan bahu sejajar sasaran, kaki merenggang santai, saat akan melakukan passing tekuk sedikit lengan,kaki dan pinggul, tahan tangan di depan pelipis kemudian ikuti bola ke sasaran.
Adapun sikap persiapan menurut Ahmadi (2007: 25) yaitu,
Ø  Jari-jari tangan terbuka lebar dan kedua tangan membentuk mangkuk hampir saling berhadapan.
Ø  Sebelum menyentuh bola, lutut sedikit ditekuk hingga tangan berada di muka setinggi hidung.
Ø  Sudut antara siku dan badan + 45°. Bola disentuhkan dengan cara meluruskan kedua kaki dengan lengan. Sikap pergelangan tangan dan jari-jari tidak berubah.
b)       Sikap Perkenaan Bola
Menurut Suharno (1991: 42) menjelaskan bahwa perkenaan bola pada jari adalah di ruas kedua dan ruang pertama ibu jari. Pada saat jari disentuhkan pada bola maka jari-jari ditegakkan sedikit dan pada saat itu juga diikuti gerakan pergelangan tangan ke arah depan atas agak eksplosif.
Menurut Ahmadi (2007: 25) menjelaskan terima bola pada bagian bawah dengan dua persendian teratas dari jari dan ibu jari, luruskan lengan dan kaki ke arah sasaran, pindahkan berat badan ke arah sasaran, arahkan bola sesuai ketinggian yang diinginkan kemudian arahkan bola ke garis pinggir atau ke tangan penyerang.
Menurut Sugiono, (1996:60) menjelaskan bahwa ketika bola datang ke depan badan dengan ketinggian bola lebih rendah dari bahu pemain, maka pemain harus bergerak dengan cepat ke depan dan merendah, sehingga posisi bola berada di depan atas dahi pemain
Dengan demikian sikap perkenaan merupakan sikap penerimaan ketika bola datang pada bagian bawah bola dengan dua persendian teratas dari jari dan  ibu jari, kemudian meluruskan lengan dan kaki ke arah sasaran, sehingga berat badan dipindahkan ke arah sasaran dan bola diarahkan ke garis pinggir atau ke tangan penyerang dengan ketinggian yang diinginkan.

c)       Sikap Akhir
Menurut Suharno (1991: 42) setelah bola berhasil di passing maka lengan lurus sebagai suatu gerakan lanjutan diikuti dengan badan dan langkah kaki ke depan agar koordinasi tetap terjaga dengan baik. Gerakan tangan, pergelangan, lengan dan kaki harus merupakan suatu gerakan yang utuh dan harmonis, sedang pandangan ke arah jalannya bola.
Sedangkan menurut Ahmadi (2007: 26) luruskan tangan sepenuhnya, arahkan bola ke sasaran, pinggul bergerak maju ke arah sasaran, pindahkan berat badan ke arah sasaran, bergerak ke arah umpan.
Pada teknik gerakan passing atas permainan bolavoli banyak yang perlu diperhatikan agar dapat menghasilkan bola lambung yang sempurna. Berikut gerakan teknik passing atas permainan bolavoli:
a.   Posisi Tangan dan Jari Saat Melakukan Passing Atas
Ahmadi (2007: 25) menjelaskan posisi tangan dan jari saat melakukan passing atas yaitu jari-jari tangan terbuka lebar dan kedua tangan membentuk mangkuk hampir saling berhadapan. Kedua tangan terangkat seakan hendak merangkum bola. Sudut antara sikut dan badan + 45°.
b.            Gerakan siku dan Lengan
Wahyudi (2014: 17)  menjelaskan bahwa siku dan lengan digerakkan dari bawah ke atas berporos pada bahu. Jika bola datang dari depan atau atas maka posisi siku lengan ditekuk ke depan seperti hendak merangkum bola, jika akan melakukan passing samping kanan atau kiri maka siku dan lengan harus tetap menghadap ke depan.
c.            Perkenaan Bola Pada Tangan (impact)
Suharno (1991: 42) menjelaskan bahwa perkenaan bola pada jari yaitu berada pada ruas kedua dan ruas pertama ibu jari. Pada saat jari disentuhkan pada bola maka jari-jari ditegakkan sedikit dan pada saat itu juga diikuti gerakan pergelangan tangan ke arah depan.
d.      Posisi Kaki Saat Melakukan Passing Atas
       Wahyudi (2014: 19) menjelaskan ketika melakukan passing atas, bola berada di depan maka salah satu kaki melangkah ke depan dan ditekuk sedangkan kaki yang dibelakang sedikit dijinjit, dan saat perkenaan dengan bola kedua kaki sama-sama ditekuk. Jika passing bola ke arah samping kanan maka kaki kanan melangkah ke kanan dan ditekuk sedangkan kaki kiri agak dijinjit.
e.      Sikap Badan Saat Melakukan Passing Atas
Wahyudi (2014: 19) menjelaskan ketika bola datang dari depan maupun atas maka sikap badan harus tetap selalu membungkuk, walaupun pada saat perkenaan bola, tangan dan kaki di luruskan ke arah sasaran untuk menentukan arah bola yang diinginkan.
f.    Pandangan Terhadap Datangnya Bola
              Wahyudi (2014: 20) menjelaskan pandangan datangnya bola adalah  lurus ke depan, ke arah datangnya bola.
Menurut Budiwanto (2012:16) latihan adalah proses melakukan kegiatan olahraga yang dilakukan berdasarkan program latihan yang disusun secara sistematis, bertujuan meningkatkan kemampuan atlet dalam upaya mencapai prestasi yang semaksimal mungkin, terutama dilaksanakan untuk persiapan menghadapi suatu pertandingan. Menurut Bompa (2009:2) menyatakan bahwa latihan adalah proses di mana seorang atlet dipersiapkan untuk performa tertinggi.
Sedangkan menurut Harsono (1988:101) latihan adalah suatu proses berlatih secara sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang dan beban latihan kian hari kian bertambah.
Berdasarkan pendapat di atas latihan adalah suatu proses pembentukan kemampuan dan keterampilan atlet yang sistematis dilakukan secara berulang-ilang, semakin hari beban latihan semakin meningkat dan dilaksanakan dalam kurun waktu yang panjang.
Menurut (Budiwanto, 2012:16) latihan adalah proses melakukan kegiatan olahraga yang dilakukan berdasarkan program latihan yang disusun secara sistematis, bertujuan meningkatkan kemampuan atlet dalam upaya mencapai prestasi yang semaksimal mungkin, terutama dilaksanakan untuk persiapan menghadapi suatu pertandingan. Sedangkan menurut (Harsono, 1988:101) latihan adalah suatu proses berlatih secara sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang dan beban latihan kian hari kian bertambah. Berdasarkan pendapat di atas latihan adalah suatu proses pembentukan kemampuan dan keterampilan atlet yang sistematis dilakukan secara berulang-ilang, semakin hari beban latihan semakin meningkat dan dilaksanakan dalam kurun waktu yang panjang.
Pengembangan variasi latihan passing atas merupakan bentuk modifikasi bentuk latihan. Pengembangan variasi latihan passing atas ini terdiri dari 8 variasi latihan passing atas antara lain adalah variasi latihan passing atas shadow dengan pergerakan block, variasi latihan passing atas tangkap bola, variasi latihan kelincahan passing atas, variasi latihan passing atas bola tertahan, variasi latihan variasi ketinggian bola pasing atas disertai meloncat (jumping), variasi latihan kelincahan passing atas bola normal, variasi latihan passing atas disertai dengan meloncat (jumping), variasi latihan kelincahan teknik passing atas pola w. Tujuan utama dari pengembangan variasi latihan passing atas ini adalah menghasilkan variasi latihan passing atas permainan bolavoli sehingga meningkatkan keterampilan  passing atas pada peserta Unit Aktifitas Bolavoli di Universitas Negeri Malang.
Agar lebih mempermudah pemahaman variasi latihan passing atas, maka dibutuhkan media yang cocok untuk menbantu pemahaman para peserta, salah satunya adalah media audio visual atau video. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. (Dwiyogo, 2010:334) menyatakan bahwa media audio visual adalah media pandang dengar dan suara, seperti lazimnya televisi, film bersuara dan video.  Menurut (rsyad, 2011:148) menyatakan bahwa “media audio visual” adalah bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Maka dapat disimpulkan bahwa media audio visual adalah bentuk media atau cara menyebarkan materi melalui media pandang dengar dengan menggunakan mesin mekanis atau elektronis.


METODE
Dalam penelitian dan pengembangan ini, peneliti menggunakan model konseptual. Peneliti mengacu pada model pengembangan Research and Development (Borg and Gall, 1983:775). Dalam model yang dikemukakan oleh (Borg and Gall, 1983:775), peneliti hanya menggunakan tujuh langkah yang disesuaikan dengan kondisi maupun pertimbangan dalam melakukan penelitian pengembangan.
Adapun langkah-langkah yang dipakai oleh peneliti dapat dikemukakan sebagai berikut: (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan, (2) Mengembangkan bentuk produk awal, (3) Evaluasi dari 3 ahli, (4) Revisi produk, (5) Kegiatan uji coba kelompok kecil yang dilakukan dengan melibatkan 6 subyek peserta UABV Universitas Negeri Malang, (6) Uji coba kelompok besar dengan menggunakan 24 subyek peserta UABV Universitas Negeri Malang, (7) Revisi produk akhir, (8) Hasil akhir dari hasil revisi produk akhir dikemas dalam bentuk media audio-visual.
Dalam uji coba produk perlu diperhatikan yakni desain uji coba, subjek uji coba, subjek pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data. Pada desain uji coba ini bertujuan untuk mengumpulkan data serta untuk mengetahui tingkat keefektifan produk agar dapat diperbaiki secara lengkap.
Subjek yang terlibat dalam penelitian pengembangan ini  adalah: (a) Pelatih UABV Universitas Negeri Malang; (b) evaluasi para ahli yakni 1 ahli permainan bolavoli, 1 ahli kepelatihan permainan bolavoli dan 1 ahli media; (c) subjek uji coba kelompok kecil adalah peserta UABV Universitas Negeri Malang berjumlah 6 peserta; (d) subjek uji coba lapangan adalah peserta UABV Universitas Negeri Malang berjumlah 24 peserta.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil evaluasi ahli, yaitu ahli permainan bolavoli, ahli kepelatihan permainan bolavoli  dan ahli media yang berupa saran masukan dan tanggapan tentang rancangan produk. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari analisis kebutuhan, uji coba kelompok kecil dan kelompok besar untuk mengetahui persentase kebutuhan produk dan berupa kuesioner yang dikembangkan dalam bentuk angka.
Untuk memperoleh data dalam pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli ini menggunakan kuesioner yang di berikan sesuai dengan kebutuhan produk. Kuesioner ahli di titik beratkan pada produk yang dibuat oleh peneliti.
Teknik analisis data yang digunakan dalam pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli yaitu teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis hasil pengumpulan data para ahli menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan analisis kuantitatif data yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil dan besar merupakan data kuantitatif yang berupa angka.


HASIL
Dalam analisis kebutuhan yang dilakukan pada pelatih dan peserta UABV pada kegiatan latihan bolavoli UABV di Universitas Negeri Malang diperoleh menyatakan dibutuhkan variasi latihan passing atas permainan bolavoli selain bagi tosser selain itu pelatih menyatakan perlu adanya pengembangan variasi latihan passing atas dan setuju jika diberikan pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV Universitas Negeri Malang.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada peserta UABV saat latihan berlangsung, menunjukkan dari hasil bahwa 43,3% (13 peserta putra dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan sering ikut serta melakukan latihan passing atas dalam permainan bolavoli, 26,6% (8 peserta putri dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan sering ikut serta melakukan latihan passing atas dalam permainan bolavoli, 16,6% (5 peserta putra dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan jarang ikut serta melakukan latihan passing atas dalam permainan bolavoli, 13, 3% (4 peserta putri dari 30 peserta keseluruhan ) menyatakan jarang ikut serta melakukan latihan passing atas dalam permainan bolavoli, dan pada penggunaan variasi latihan passing atas 40% (12 peserta putra dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan tidak pernah mendapatkan materi variasi latihan passing atas, 20% (6 peserta putra dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan jarang mendapatkan materi variasi latihan passing atas, 16,6% (5 peserta putri dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan tidak pernah mendapatkan materi variasi latihan passing atas, 20% (6 peserta putri dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan jarang mendapatkan materi variasi latihan passing atas dan 3,3% (1 peserta putri dari 30 peserta keseluruhan) menyatakan sering digunakan variasi latihan passing.
Berdasarkan evaluasi ahli, yaitu ahli permainan bolavoli diperoleh masukan: (1) jumlah peserta/model peraga dalam video supaya diperbanyak, (2) variasi tinggi rendahnya bola perlu ditampilkan, (3) variasi latihan supaya lebih di atur lagi dari teknik yang paling rendah kesulitannya ke yang paling tinggi kesulitannya, (4) waktu pelaksanaan latihan supaya lebih di jelaskan, (5) peserta/ model peraga dalam video hendaknya putra dan putri.
Berdasarkan evaluasi ahli, yaitu ahli kepelatihan permainan bolavoli diperoleh masukan perlu diperioritaskan arah passing ke arah posisi 4, mengingat rotasi serangan banyak dari arah tersebut.
Berdasarkan dari evaluasi ahli, yaitu ahli media diperoleh masukan untuk aspek audit, khususnya narasi oleh narator lebih di optimalkan, jika perlu menggunakan jasa profesi narator.
Data dari hasil uji coba tahap I (kelompok kecil), diperoleh hasil sebesar 85,8% dari 6 peserta menyatakan bahwa variasi latihan passing atas permainan bolavoli, menarik, mudah, sesuai dan bermanfaat untuk dilakukan. Sehingga pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli menggunakan media audio visual pada peserta UABV Universitas Negeri Malang layak untuk diuji cobakan pada kelompok besar.
Dari hasil uji coba tahap II (kelompok besar), diperoleh hasil sebesar 81,5%  dari 24 peserta menyatakan bahwa variasi latihan passing atas permainan bolavoli, menarik, mudah, sesuai dan bermanfaat untuk dilakukan. Sehingga pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli menggunakan media audio visual pada peserta UABV Universitas Negeri Malang dapat digunakan sebagai upaya mengembangkan variasi latihan dan meningkatkan passing atas permainan bolavoli pada kegiatan latihan.

PEMBAHASAN
Produk pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV  Universitas Negeri Malang adalah sebuah produk yang dilandasi oleh peneliti berdasarkan analisis kebutuhan kemudian disusun produk pengembangan guna memenuhi kebutuhan tersebut. Spesifikasi dari produk pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli ini terdapat 8 variasi latihan passing atas, yaitu (1) Variasi latihan passing atas shadow dengan pergerakan block, (2) Variasi latihan passing atas tangkap bola, (3) Variasi latihan kelincahan passing atas, (4) Variasi latihan passing atas bola tertahan, (5) Variasi latihan variasi ketinggian bola pasing atas disertai meloncat (jumping, (6) Variasi latihan kelincahan passing atas bola normal, (7) Variasi latihan passing atas disertai dengan meloncat (jumping), (8) Variasi latihan kelincahan teknik passing atas pola W. Di dalamnya terdapat tujuan beserta prosedur pelaksanaan dari variasi latihan passing atas yang dikemas dengan menggunakan media audio visual dimana variasi latihan passing atas merupakan bentuk latihan yang bertujuan untuk meningkatkan motifasi serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan akibat latihan yang menoton dan berulang-ulang. Sehingga sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Budiwanto (2012: 22) bahwa variasi latihan diciptakan untuk mengatasi latihan yang berulang-ulang dan sering kali menimbulkan rasa jenuh, untuk itu pelatih dituntut agar lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun program latihan. Sedangkan menurut Harsono (1988: 121) variasi latihan dibuat untuk mencegah timbulnya kebosanan berlatih, pelatih harus kreatif dan pandai mencari dan menerapkan variasi-variasi latihan. Dengan begitu, pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli menjadi salah sati alternatif untuk mengurangi rasa jenuh akibat latihan yang monoton.
Didalam penelitian ini, peneliti mengembangkan variasi latihan passing atas permainan bolavoli yang dikemas dalam bentuk audio visual pada peserta UABV di Universitas Negeri Malang dan telah dikembangkan melalui beberapa tahap yaitu dari observasi awal yang dilakukan pada peserta dan pelatih UABV Universitas Negeri Malang. Pembuatan produk awal berupa variasi latihan passing atas permainan bolavoli menggunakan media audio visual untuk peserta UABV di Universitas Negeri Malang, dilakukan revisi produk melalui 3 ahli evaluasi, uji coba lapangan I (kelompok kecil) yang dilakukan pada 6 peserta dan uji coba lapangan II (kelompok besar) 24 peserta. Hasil dari evaluasi tersebut menjadi acuan peneliti untuk melakukan perbaikan terhadap produknya agar menjadi lebih guna dan bermanfaat.
Melalui beberapa langkah dari penelitian tersebut maka dihasilkan berupa variasi latihan passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV di Universitas Negeri Malang. Berdasarkan penelitian yang dikembangkan membutuhkan pengkajian ulang keberadaannya, dikarenakan setelah melalui proses penelitian, banyak didapati beberapa hal yang perlu perbaikan. Produk Pengembangan Variasi Latihan Passing Atas Permainan Bolavoli Menggunakan Media Audio Visual Pada Peserta UABV Universitas Negeri Malang ini memiliki beberapa kelebihan, salah satunya sebagai alternatif bahan latihan khususnya passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV Universitas Negeri Malang. Pada  penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh peneliti terdahulu Wahyudi (2014: 23) berupa model latihan passing atas permainan bolavoli. Hasil penelitian Wahyudi (2014: 42) dari uji coba kelompok kecil diperoleh 89,99% dengan keterangan baik sekali sehingga buku panduan model latihan passing atas dapat digunakan dan hasil dari uji coba panduan model latihan passing atas dapat digunakan. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan peneliti produk yang dikembangkan adalah variasi latihan passing atas permainan bolavoli untuk peserta UABV Universitas Negeri Malang.
Pada penelitian ini produk Pengembangan Variasi Latihan Passing Atas Permainan Bolavoli pada Peserta UABV Universitas Negeri Malang ini telah melalui proses pembuatan yang cukup lama, sehingga memungkinkan adanya kesalahan dan kekurangan. Maka dari itu produk yang dikembangkan mulai dari rancangan produk sampai produk ini terselesaikan, masih membutuhkan beberapa revisi utntuk mendapatkan produk yang maksimal dan sempurna. Sebagai upaya dalam memaksimalkan dan menyempurnakan produk yang dikembangkan, dalam proses pembuatannya memerlukan evaluasi dari beberapa ahli, yaitu ahli permainan bolavoli, ahli kepelatihan bolavoli dan ahli media, serta melalui tahap uji coba (kelompok kecil dan kelompok besar).
Adapun hasil dari hasil evaluasi ahli, yaitu ahli permainan bolavoli, ahli kepelatihan bolavoli dan ahli media terdapat beberapa hal yang perlu direvisi terkait dengan rencana produk yang dikembangkan, yaitu (1) jumlah peserta/model peraga dalam video supaya diperbanyak, (2) variasi tinggi rendahnya bola perlu ditampilkan, (3) variasi latihan supaya lebih di atur lagi dari teknik paling rendah kesulitannya ke yang paling tinggi kesulitannya, (4) waktu pelaksanaan latihan supaya lebih di jelaskan, (5) peserta/ model peraga dalam video hendaknya putra dan putri, (6) perlu diperioritaskan arah passing ke arah posisi 4, mengingat rotasi serangan banyak dari arah tersebut, (7) untuk aspek audit, khususnya narasi oleh narator lebih di maksimalkan, jika perlu menggunakan jasa profesi narator.
Dari hasil evaluasi ahli di atas produk yang akan dikembangkan oleh peneliti akan direvisi sesuai dengan saran dari para ahli sehingga produk siap untuk di uji coba pada kelompok kecil. Pada evaluasi ahli terdapat revisi yaitu: (1) variasi yang disarankan untuk direvisi telah diganti, pada setiap variasi, jumlah peserta atau model peraga sudah lebih diperbanyak, (2) variasi yang disarankan untuk direvisi telah diganti, untuk variasi latihan ketinggian passing atas dan variasi latihan passing atas pola W sudah ditampilkan untuk spesifikasi ketinggian bola, (3) variasi yang disarankan untuk direvisi telah diganti, pencantuman waktu sudah ditampilkan, (5) variasi yang disarankan untuk direvisi telah diganti, peserta atau model peraga, menggunakan putra dan putri, (6) variasi yang disarankan untuk direvisi telah diganti, prioritas arah bola sudah mengarah pada posisi 4, (7) pada aspek audit, sudah mengoptimalkan narator.
Uji coba kelompok kecil yang dilakukan pada tanggal 15 April 2015, pukul 19.00-20.00 WIB di lapangan voli Universitas Negeri Malang menggunakan 6 peserta UABV didapatkan hasil persentase 85,8% (baik sekali) sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi latihan passing atas permainan bolavoli menggunakan media audio visual pada peserta UABV Universitas Negeri Malang layak untuk digunakan. Produk variasi latihan passing atas permainan bolavoli ini menarik, sesuai, mudah dan bermanfaat untuk variasi latihan passing atas permainan bolavoli.
Untuk uji coba tahap II (kelompok besar) dilaksanakan pada tanggal 21 April 2015, pukul 19.00-21.00 WIB di lapangan voli Universitas Negeri Malang menggunakan 24 peserta UABV didapatkan hasil persentase 81,5% (baik sekali) sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi latihan passing atas permainan bolavoli menggunakan media audio visual pada peserta UABV Universitas Negeri Malang layak untuk digunakan pada kegiatan latihan bolavoli UABV Universitas Negeri Malang. Produk variasi latihan passing atas permainan bolavoli ini menarik, sesuai, mudah dan bermanfaat untuk variasi latihan passing atas permainan bolavoli. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dapat digunakan dengan rentang persentase 81-100% dengan keterangan baik sekali dan memiliki makna digunakan tanpa revisi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV di Universitas Negeri Malang baik digunakan dan praktis oleh peserta UABV Universitas Negeri Malangm terbukti dari hasil uji coba kelompok kecil 85,8% (baik sekali) dan uji coba kelompok besar 81,5% (baik sekali). Produk variasi latihan passing atas ini menarik, sesuai, mudah dan bermanfaat untuk peserta UABV di Universitas Negeri Malang.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Penelitian pengembangan ini menghasilkan variasi latihan passing atas permainan bolavoli yang dikemas dalam bentuk audio visual yang mudah, menyenangkan, dan menarik untuk peserta UABV di Universitas Negeri Malang, sehingga dengan variasi latihan passing atas permainan bolavoli ini, peserta dapat meningkatkan keterampilan passing atas permainan bolavoli. Variasi latihan passing atas tersebut yaitu variasi latihan passing atas shadow dengan pergerakan block, variasi latihan passing atas tangkap bola, variasi latihan kelincahan passing atas, variasi latihan passing atas bola tertahan, variasi latihan variasi ketinggian bola pasing atas disertai meloncat (jumping), variasi latihan kelincahan passing atas bola normal, variasi latihan passing atas disertai dengan meloncat (jumping), variasi latihan kelincahan teknik passing atas pola w.

Saran                                                                         
     Pelatih diharapkan dapat menggunakan variasi-variasi latihan passing atas ini dalam memberikan materi latihan. Dalam menggunakan produk ini sebaiknya dilaksanakan diberikan dari level variasinya paling rendah ketingkat level yang paling tinggi, sehingga peserta tidak merasa kesulitan untuk mempraktikkannya. Penyebarluasan produk diharapkan berkembang kesasaran yang lebih luas lagi. Sebelum disebarluaskan, sebaiknya produk dikaji ulang sesuai dengan kebutuhan, situasi dan keadaan yang ada. Sehingga pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli ini, lebih menarik dan bermanfaat nantinya. Pengembangan produk dilanjutkan pada peneitian mengenai efektifitas dari produk, karena hasil pengembangan ini hanya terbatas pada penyusunan sebuah produk. Dengan adanya pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV Universitas Negeri Malang ini, diharapkan dapat meningkatkan minat dan keterampilan peserta dalam mempraktikkan latihan passing atas permainan bolavoli




DAFTAR RUJUKAN
Ahmadi, N. 2007. Panduan Olahraga Bolavoli. Surakarta. Era Pustaka Utama
Borg, W. R dan Gall, M. D. 1983. Education Research: An Introducation. 4 Ed. London: Longman
Roesdiyanto. 1991. Strategi dan Taktik Permainan Bolavoli. Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sugiono, I. 1996. Sejarah, Teknik dan Metode Permainan Bolavoli. IKIP Malang.
Suharno, HP. 1991. Pedoman Pelatihan Bolavoli. Yogyakarta: Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat (KONI Pusat).
Budiwanto, S. 2012. Metodologi Latihan Olahraga. Malang: UM Press
Wahyudi, I. 2014. Pengembangan Model Latihan Passing Atas Bolavoli Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Di Smk Kartika   Iv-1 Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FIK UM
Tim Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, Tugas Akhir, Laporan Penelitian, Edisi Kelima. Malang: Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Sistem Informasi Bekerja Sama Dengan Penerbit Universitas Negeri Malang.

DOWNLOAD  FILES  -> DOWNLOAD